Selasa, 24 Juni 2014

Ilmu Farmasi : Sediaan Serbuk

Istilah untuk sediaan serbuk :
  • Powder (Inggris) 
  • Poeder (Belanda) 
  • Puyer (Indonesia)




Pulvis (serbuk) adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar.Karena mempunyai luas permukaan yang luas, serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut dari pada bentuk sediaan yang di padatkan.
Macamnya :

a.Pulvis / tidak terbagi (Serbuk) merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan,ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar.
b.Pulveres / serbuk terbagi merupakan serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.

Tujuan Pembuatan Sediaan Serbuk
    • Keuntungan sediaan Serbuk
-Kombinasi bahan obat bervariasi sesuai kebutuhan pasien
-Dosis lebih tepat sesuai keadaan pasien
-Lebih stabil dibanding bentuk sediaan cair
-Ukuran partikel kecil sehingga disolusi dalam cairan tubuh lebih cepat disbanding serbuk, pil dan tablet.
    • Kerugian Sediaan Serbuk
-Kurang baik untuk bahan obat yang tak tahan lembab, kontak dengan udara
-Obat yang pahit akan menyebabkan muntah, korosif yang sulit diatasi
-Perlu waktu peracikan relatif lama
    •  Syarat/ Karakteristik Sediaan Serbuk
-Homogen : setiap bagian campuran serbuk harus mengandung bahan yang sama dalam perbandingan yang sama pula.
-Kering : tidak boleh menggumpal atau mengandung air karena mengandung bahan yang higroskopis, efloresen, deliquesen ataupun campuran eutektik.
-Derajat kehalusan tertentu
-Bila ukuran partikel serbuk sangat halus, maka :
-Serbuk lebih homogen
-Disolusi makin cepat sehingga kadar obat dalam darah yang tinggi cepat dicapai
-Dengan permukaan  yang luas akan memberi daya adsorpsi yang besar. Hal ini penting untuk serbuk antasida, anti diare dan anti dotum

Jenis Serbuk

1. Pulvis Adspersorius
Adalah serbuk ringan, bebas dari butiran kasar dan dimaksudkan untuk obat luar. Umurnnya dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan pada kulit.
Catatan :
- Talk, kaolin dan bahan mineral Iainnya yang digunakan untuk serbuk tabur harus memenuhi syarat bebas bakteri Clostridium tetani, Clostridium Wellcii, dan Bacillus Anthrocis.
- Serbuk tabur tidak boleh digunakan untuk luka terbuka
- Pada umumnya serbuk tabur harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka.
Contoh Pulvis Adspersorius
Zinci Undecylenatis Pulyis Adspersorius (For. Nas)
Sulfanilamidi Pulvis Adspersorius (Form.Indo)
Pulvis Paraformaldehydi Compositus (Form. Indo)
Pulvis Salicylatis Compositus (Form Indo)
2. Pulvis Dentifricius
Serbuk gigi, biasanya menggunakan carmin sebagai pewarna yang dilarutkan terlebih dulu dalam chloroform / etanol 90 %.
3. Pulvis Sternutatorius
Adalah serbuk bersin yang penggunaannya dihisap melalui hidung, sehingga serbuk tersebut harus halus sekali.

4. Pulvis Effervescent
Serbuk Effervescent merupakan serbuk biasa yang sebelum ditelan dilarutkan tertebih dahulu dalam air dingin atau air hangat dan dari proses pelarutan ini akan mengeluarkan gas C02, kemudian membentuk larutan yang pada umumnya jernih. Serbuk ini merupakan campuran antara senyawa asam (asam sitrat atau asam tartrat) dengan senyawa basa (natrium carbonat atau natrium bicarbonat). Interaksi asam dan basa ini dalam air akan menimbulkan suatu reaksi yang menghasilkan gas karbondioksida. Bila ke dalam campuran ini ditambahkan zat berkhasiat, maka akan segera dibebaskan sehingga memberikan efek farmakologi dengan cepat. Pada pembuatan, bagian asam dan basa harus dikeringkan secara terpisah.

Cara Penggunaannya:

Pulveres dan bulk powder dilarutkan atau disuspensikan.
Pulvis adspersorius (serbuk tabur), ditaburkan pada kulit.
Serbuk injeksi, dilarutkan atau disuspensikan dalam aqua proinjeksi. 


Penimbangan
1.      Zat ditimbang masing-masing dengan kertas perkamen.
2.      Penimbangan < 50 mg dilakukan dengan pengenceran.
3.      Untuk zat cair ditimbang dengan cawan penguap yang telah ditara.
4.      Untuk zat kental/ekstrak ditimbang dengan kertas perkamen yang dilapisi paraffin.
5.      Untuk zat yang higroskopis seperti ZnO, MgO, sebelum ditimbang digerus dan diayak dahulu.

 SEMOGA BERMANFAAT

 Sumber :
http://pharmacyindonesia.blogspot.com/2011/09/sediaan-serbuk.html
http://farmasi.unpad.ac.id/arifbudiman/2011/07/09/sediaan-serbuk/


Mengenal Glimepiride

     Glimepiride merupakan obat untuk menurunkan kadar gula darah yang diberikan secara oral, termasuk dalam kelompok Sulfonilurea. Mekanisme kerja primer Glimepiride dalam menurunkan gula darah tergantung pada perangsangan insulin yang dihasilkan oleh sel-sel beta pankreas. Glimepiride meningkatkan kerja insulin dalam proses pengambilan glukosa perifer.

Nama Generik : Glimepiride
Nama Dagang : Amaryl; Glamarol; Amadiab; Glimepiride OGB Dexa; Glimexal; Metrix; Gluvas; Relide 2; Paride; Amaryl M; Dialigme; Friladar; Glimepiride Hexpharm.

       Sulfonylurea bekerja dengan cara melepaskan insulin ke aliran darah. Sulfonylurea membantu insulin untuk sampai ke sel tempat insulin dapat bekerja secara maksimal untuk menurunkan gula darah. Penggunaan kadar sulfonylurea harus diimbangi dengan asupan makanan yang cukup dan olahraga. Jika pola diet dan olahraga berubah maka kadar gula darah harus dicek ulang. Terkadang pasien harus mengubah terapinya dengan insulin untuk jangka waktu tertentu selama kehamilan atau pengobatan serius, seperti, diabetic coma, ketoacidosis, luka berat, luka bakar, infeksi, atau operasi besar. Pada kondisi ini insulin dan gula darah bisa berubah dengan cepat dan dapat terkontrol dengan baik menggunakan insulin daripada menggunakan sulfonylurea. Mekanisme kerja glimepiride dalam menurunkan kadar glukosa darah tergantung pada rangsangan pelepasan insulin oleh sistem fungsional sel beta pankreas. 

Penampakan Glimepiride

 

      Glimepiride efektif sebagai terapi awal. Pasien dengan monoterapi glimepiride atau metformin yang tidak menghasilkan kontrol gula darah yang adekuat, kombinasi glimepiride dengan metformin mungkin dapat memberikan efek sinergis dikarenakan kedua obat tersebut bekerja memperbaiki toleransi glukosa melalui mekanisme kerja yang berbeda. Pada tubuh manusia sehat, efek penurunan kadar glukosa ringan nampak setelah pemberian dosis oral tunggal pada dosis rendah 0.5 – 0.6 mg. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai efek yang maksimum adalah sekitar 2 hingga 3 jam. Glimepiride peroral diabsorpsi sempurna (100%) dari sistem pencernaan. 

Glimepiride diindikasikan untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau dikombinasi dengan metformin atau insulin.


Aturan Pakai

- Obat ini tidak akan menyembuhkan penyakit diabetes, tetapi hanya membantu mengontrol kadar gula darah. Karena itu, obat jenis ini harus dikonsumsi secara kontinu untuk menurunkan atau mempertahankan kadar gula darah. Jika kadar gula darah tinggi tidak diatasi, bisa menyebabkan gangguan jantung, peredaran darah, ginjal, dan mata.
- Cara yang paling baik untuk mengetahui kadar gula darah terkontrol dengan baik atau tidak adalah dengan melakukan tes darah.
- Sewaktu sakit, obat tetap harus dikonsumsi seperti biasa. Infeksi biasanya meningkatkan kebutuhan untuk memproduksi insulin. Terkadang obat harus diganti sementara menjadi insulin.
- Tes kadar gula darah sekurang-kurangnya setiap 4 jam ketika bangun dan cek urin.
- Jika mengalami muntah berkepanjangan, periksakan ke dokter.

Efek Samping

Gangguan metabolisme : Hipoglikemia (kemungkinan gejala dari hipoglikemia teramsuk sakit kepala, rasa lapar, mual, muntah, lemah, mengantuk dan gangguan tidur, gelisah, agresif, gangguan pada konsentrasi, gangguan pada perhatian dan reaksi, depresi, bingung, kekacauan berbicara, kehilangan kemampuan menggunakan kata-kata, gangguan pada panca indra, tremor, parases, gangguan pada penglihatan, pusing, keadaan tidak berdaya, kehilangan kontrol diri, kehilangan pikiran yang tidak waras, konvulsi otak, somnolence dan kehilangan kesadaran dan termasuk koma, pernapasan pendek dan bradikardi. Sebagai tambahan, tanda menghambat regulasi adrenergik hepatic porphyria, syndrome of inappropriate antidiuretic hormone (SIADH) secretion.
Gangguan pencernaan : Mual, muntah, nyeri perut, diare, sensasi tekanan atau rasa kenyang pada epigastrium. Peningkatan kadar enzim hati jarang terjadi. Kasus khusus, gangguan fungsi hati (seperti kolestasis dan jaundice) dan hepatitis dapat berkembang menjadi gagal hati.
Reaksi hipersensitivitas : reaksi alergi kulit, seperti gatal, eritema, urtikaria, dan erupsi morbiliform atau makulopapular; porphyria catanea tarda, reaksi fotosensitivitas, dan vaskulitis alergi.
Reaksi hematologi : Leukopenia, trombositopenia, agranulositosis, anemia hemolitik, anemia aplastik dan pansitopenia.

Jika Overdosis…

Overdosis obat-obat Sulfonilurea, termasuk Glimepiride dapat menyebabkan hipoglikemia. Gejala-gejala hipoglikemia ringan tanpa kehilangan kesadaran atau tanpa kelainan neurologis harus diberi pengobatan dengan glukosa secara oral dan dilakukan penyesuaian dosis dan/atau pola makan. Monitor pasien secara ketat sampai dokter memastikan bahwa pasien tidak dalam bahaya lagi.

SEMOGA BERMANFAAT

Terapi Stem Cell dan Manfaatnya



Stem Cell ( disebut juga sel punca ) adalah sel induk pada manusia, hewan dan tumbuhan yang berfungsi untuk membentuk sel baru.
Definisi Lain : Sel punca atau sel induk (Stem cell) adalah sel yang tidak spesifik yang memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel-sel lainnya dan kemampuan untuk memperbaharui dirinya sendiri (regenerasi).

Jika pada manusia stem cell terdapat pada plasenta dan tali pusat bayi yang baru lahir. Bagi orang Indonesia umumnya, plasenta dan tali pusat itu akan ditanam. Pada zaman sekarang, bagi golongan yang berada, stem cell  anak mereka akan disimpan di stem cell bank. Stem Cell itu boleh digunakan kembali jika bayi tadi mengidapi penyakit kronik.

Ada beberapa jenis Stem Cell, diantaranya adalah Adult Stem Cell dan Embryonic Stem Cell.

1. Adult Stem Cell adalah sel induk yang sudah dewasa, artinya sudah memiliki fungsi spesifik dan hanya mampu membentuk beberapa jenis sel yang segolongan saja (multipoten), misalnya Stem Cell Jantung  hanya dapat membentuk sel otot jantung, sel otot polos dan endotel. Therapy menggunakan Adult Stem Cell sudah digunakan selama puluhan tahun, namun Karena biayanya yang sangat mahal dan prosedur yang sangat rumit, tidak banyak pasien yang berkesempatan menjalani therapy ini.


2. Embryonic Stem Cell adalah sel induk (sel punca) yang merupakan cikal bakal atau sel mula-mula yang berkembang biak membentuk seluruh organ tubuh makhluk hidup (pluripoten). Stem Cell inilah yang terus menerus membelah diri sehingga terbentuk janin yang kemudian lahir sebagai bayi. Embryonic Stem Cell ini banyak terdapat pada Placenta atau Ari-Ari pada bayi yang baru lahir.

Sel punca dapat berasal dari sel orang itu sendiri atau dari donor. Jika sel punca diambil dari orang itu sendiri, maka sel-sel tersebut harus diambil sebelum dilakukan kemoterapi atau terapi radiasi karena tindakan tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada sel punca. Sel punca akan dimasukkan kembali pada tubuh orang tersebut setelah pengobatan selesai.

Sel punca untuk sel darah bisa diperoleh dari sumsum tulang atau dari darah. Pencangkokkan sumsum tulang adalah salah satu jenis pencangkokkan sel punca, karena sumsum tulang mengandung sel punca yang menghasilkan lebih banyak sel darah.



Untuk transplantasi sumsum tulang, pendonor akan diberikan anestesi (bius) umum terlebih dahulu sebelum dilakukan pengambilan sumsum tulang dari tulang pinggul donor.  
Terkadang sel punca orang dewasa diambil dari dalam darah. Pertama-tama seorang donor akan diberikan obat yang membuat sumsum tulang melepaskan sel-sel punca lebih banyak ke dalam aliran darah. Kemudian darah akan diambil dan dialirkan ke sebuah mesin yang akan memisahkan sel-sel punca. Biasanya diperlukan 6 kali 2-4 jam pertemuan dengan periode 1-2 minggu untuk mendapatkan sel punca yang cukup. Sel-sel tersebut kemudian dapat disimpan dengan dibekukan untuk dipakai jika diperlukan kemudian.

Sel punca yang diperoleh kemudian disuntikkan ke pembuluh darah resipien (penerima). Sel-sel punca yang telah masuk ke tubuh resipien akan bermigrasi dan mulai bermultiplikasi pada tulang dan menghasilkan sel-sel darah.

Transplantasi sel punca pada pasien-pasien post kemoterapi atau terapi radiasi memiliki risiko untuk terjadinya infeksi. Hal ini disebabkan oleh sel-sel darah putih yang rusak atau berkurang jumlahnya akibat kemoterapi atau terapi radiasi. Dengan demikian, risiko terjadinya infeksi sangat tinggi, terutama pada 2-3 minggu pertama sesudah transplantasi, sampai sel-sel punca yang didonorkan dapat menghasilkan sel-sel darah putih yang cukup untuk mencegah infeksi.

Para peneliti berharap untuk dapat menggunakan sel-sel punca untuk memperbaiki atau menggantikan sel-sel atau jaringan yang rusak atau hancur. Para peneliti juga sejauh ini telah mampu untuk memperoleh sel-sel punca dari berbagai sumber :

  1. Embrio : pada pembuahan in vitro, sperma dan beberapa sel telur ditempatkan pada media kultur. Sperma kemudian membuahi sel telur dan menyebabkan terjadinya pembelahan sel, sehingga terbentuk embrio. Embrio-embrio yang paling baik akan diambil dan ditempatkan pada rahim wanita. Embrio-embrio sisanya akan dibuang atau dibekukan untuk dipakai jika diperlukan kemudian. Sel punca dapat diperoleh dari embrio yang tidak digunakan. Tetapi karena embrio yang tidak digunakan kehilangan kemampuan untuk berkembang menjadi manusia utuh, maka penggunaan sel-sel punca dari embrio masih kontroversial. Para peneliti berpendapat bahwa sel-sel punca ini paling berpotensi untuk menghasilkan berbagai jenis sel dan untuk bertahan setelah dilakukan transplantasi.  
  2. Janin : embrio setelah 8 minggu pembentukan disebut janin. Sel punca bisa diperoleh dari janin yang keguguran atau diaborsi. 
  3. Tali pusat : sel punca bisa diperoleh dari darah pada tali pusat atau plasenta setelah seorang bayi dilahirkan. Sel punca ini hanya bisa menghasilkan sel-sel darah dan telah digunakan untuk transplantasi pada beberapa tahun terakhir. 
  4. Anak dan dewasa : sumsum tulang dan darah pada anak dan orang dewasa mengandung sel punca. Sel punca ini hanya bisa menghasilkan sel-sel darah. Sel-sel ini paling sering digunakan untuk transplantasi.

Stem Cell Therapy Sebagai Terapi Ampuh untuk Berbagai Penyakit

Stem Cell Therapy merupakan Therapy yang sangat ampuh untuk mengatasi penyakit degeneratif seperti : Alzheimer, Parkinson, Stroke, Diabetes Melitus, khususnya Insulin Dependent Diabetes Mellitus ( IDDM ), Aterosklerosis, Infark Miokard serta banyak penyakit degeneratif lainnya.


Perkembangan Penelitian

Melalui berbagai metode penelitian yang dilakukan oleh para pakar Stem Cell. kini mulai dilakukan penelitian mengenai penggunaan Placenta hewan, yaitu Placenta tikus, kelinci, kuda, anjing, kucing, domba dan lain-lain sebagai bahan Stem Cell Therapy. Bahkan sudah ada beberapa Placenta hewan yang telah dipergunakan dan diproduksi besar-besaran sebagai bahan Stem Cell Therapy, diantaranya Placenta Kelinci, Domba dan Rusa. Tak dapat dipungkiri bahwa Stem Cell Therapy menggunakan Placenta hewan telah terbukti mampu mengatasi berbagai macam penyakit yang mematikan terutama penyakit degeneratif (berhubungan dengan penurunan fungsi organ tubuh). Namun dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, para peneliti masih terus melakukan penelitian lebih lanjut apakah ada efek samping yang berbahaya dalam penggunaan Placenta hewani ini.

Manfaat Lain Stem Cell

Untuk pengobatan korban luka bakar, mengobati pasien Alzheimer dengan menggantikan jaringan otak yang telah rusak,. untuk penderita diabetes tipe 1 stem cell  ini dapat menggantikan sel yang gagal memproduksi insulin.

SEMOGA BERMANFAAT

Sumber :

http://m.medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=3233           

Minggu, 29 September 2013

Asah Otak Bab Jaringan Tumbuhan Bagian 1

Syarat mengikuti Asah Otak ini adalah anda terlebih dahulu membaca BAB JARINGAN TUMBUHAN Bagian 1 yang membahas Jaringan Meristem.

Mari kita mulai Asah Otak mengenai jaringan meristem !

JUMLAH SOAL : 6 SOAL

1. Kumpulan sel yang memiliki bentuk, fungsi, dan struktur yang sama membentuk ...
A. Sel
B. Organ
C. Sistem Organ
D. Jaringan
E. Organisme

2. Jaringan meristem yang ditandai dengan pertumbuhan memanjang pada akar dan batang adalah...
A. Meristem apikal
B. Meristem Samping
C. Meristem Interkalar
D. Meristem Lateral
E. Meristem Sekunder

3. Perhatikan ciri jaringan tumbuhan di bawah ini!
    1) Hanya terdapat pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae
    2) Mengakibatkan bertambah besar diameter batang
    3) Mengakibatkan bertambah tinggi tumbuhan
    4) Terdapat pada ujung batang dan ujung akar
    5) Terdapat pada kambium dan kambium gabus

 Yang termasuk ciri-ciri jaringan meristem lateral adalah...
A. 1, 3, 5
B. 2, 3, 4
C. 1, 2, 5
D. 1, 2, 3
E. 2, 3, 5

4. Salah satu ciri jaringan meristem adalah....
A. Sitoplasma sedikit
B. Vakuola besar
C. Telah mengalami diferensiasi
D. Vakuola kecil
E. Nukleus kecil

5. Jaringan meristem yang dapat dijumpai pada ruas rumput adalah...
A. Interkalar
B. Apikal
C. Lateral
D. Samping
E. Promeristem

6. Jaringan meristem yang berasal dari perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan sel-sel embrio ( biji ) adalah...
A. Meristem sekunder
B. Meristem Lateral
C. Meristem Primer
D. Promeristem
E. Meristem interkalar




Bab Jaringan Tumbuhan Bagian 1

A. Jaringan

Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk, fungsi, dan struktur yang sama.

Jaringan tumbuhan dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Jaringan Meristem
2. Jaringan Dewasa / permanen

Mari kita mulai dari Jaringan Meristem !

1. Jaringan Meristem

Adalah jaringan yang aktif membelah ( bersifat MERISTEMATIK )dan belum mengalami diferensiasi.

Ciri-ciri jaringan meristem antara lain :
  • Aktif membelah / belum mengalami diferensiasi
  • Ukuran sel kecil dan berdinding tipis
  • Vakuola kecil dan nukleus besar
  • Sitoplasma banyak
  • Berbentuk kubus atau prisma
Klasifikasi :

  • Berdasarkan Letaknya.
  1. Meristem Apikal ; terdapat pada ujung akar dan ujung batang. Mengakibatkan pemanjangan atau bertambah tinggi tumbuhan.
  2. Meristem Lateral ; terdapat pada kambium dan kambium gabus ( felogen ). Mengakibatkan bertambah besar diameter batang.Meristem lateral hanya terdapat pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae karena mempunyai kambium yang bersifat meristematik, sedangkan tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan sekunder.
  3. Meristem Interkalar ; terdapat di antara jaringan dewasa dan di pangkal ruas batang rumput-rumputan ( Graminae ). Mengakibatkan bertambah panjang ruas batang dan tumbuhnya bunga.

  • Berdasarkan Asal Usulnya.
  1. Promeristem ; jaringan meristem yang sudah ada sejak tumbuhan masih tingkat embrio.
  2. Meristem Primer ;  jaringan meristem yang berasal dari pertumbuhan embrio ( biji ). Meristem primer terdapat pada ujung batang dan ujung akar. Mengakibatkan batang dan akar bertambah panjang atau disebut pertumbuhan primer.
  3.  Meristem sekunder ; jaringan meristem yang berasal dari jaringan primer atau jaringan dewasa yang kemudian menjadi embrional / membelah lagi.Terdapat pada kambium dan kambium gabus. Mengakibatkan tumbuhan menjadi besar atau bertambah diameternya. Pertumbuhan seperti itu disebut pertumbuhan sekunder.

Sekilas Info !

Agar lebih mudah memahami jaringan meristem ikuti panduan di bawah ini !
  • Kita lihat pada bagian Meristem apikal. Bandingkan dengan meristem primer. Apakah ada kesamaan ? Ya, keduanya memang berhubungan. Meristem apikal tergolong ke dalam meristem primer berkaitan dengan fungsinya untuk menambah tinggi / panjang batang dan akar.
  • Kita lihat juga hubungan antara meristem lateral dengan meristem sekunder. Keduanya memiliki hubungan erat. Dapatkah kalian memahaminya ?
 

Senin, 05 Agustus 2013

Mewaspadai Bahan-Bahan Obat

Siapa yang tak kenal dengan benda satu ini yang selalu ada saat kita sakit. Yap, obat memang sudah menjadi kebutuhan manusia. Namun, waspadalah dengan sejumlah barang haram yang ditemukan dalam obat-obatan. Dunia medis memang sudah lama mengetahuinya, tapi apakah anda sadar obat yang anda konsumsi jelas status HALAL-nya ?

Berikut saya ulas beberapa obat maupun bahan obat yang terkadang diberikan oleh dokter.

1.Insulin

Para penderita diabetes pasti sudah tidak asing lagi dengan hormon insulin ini. Insulin merupakan hormon yang digunakan untuk mengatur gula tubuh. Pendertita diabetes memerlukan hormon insulin dari luar,  guna mengembalikan kondisi gula tubuhnya kembali normal. Insulin dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan. Insulin bisa berasal dari kelenjar mamalia atau dari mikrooganisme hasil rekayasa genetika. Jika dari manusia, insulin yang paling mirip dengan manusia adalah yang dari babi.



Salah satu produk insulin terkenal di pasaran adalah Mixtard yang diproduksi Novonordisk. Ada banyak tipe mixtard yang diproduksi dengan kode produk berbeda-beda. Kandungannya ada yang berasal dari manusia yang diperbanyak dengan rekombinansi DNA dan proses mikroba, ada juga yang berasal dari hewan yaitu babi.

Informasi kehalalan produk ini sangat minim, bahkan dokterpun tidak mengetahui. Dari data internasional tahun 2003 menyebutkan :
  • 70 % insulin berasal dari manusia
  • 17% dari babi
  • 8 % dari sapi
  • 5% campuran sapi dan babi

Berikut saya kutip dari klikdokter.com mengenai insulin :

Insulin menolong tubuh untuk menggunakan glukosa yang berada di dalam darah. Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia), sedangkan kelebihan insulin dapat menyebabkan kadar glukosa terlalu rendah (hipoglikemia).
Tipe Insulin
Terdapat 4 buah insulin eksogen yang diproduksi dan dikategorikan berdasarkan puncak dan jangka waktu efeknya. Berikut keterangan jenis insulin eksogen :

  1. Insulin Eksogen kerja cepat.
  2. Insulin Eksogen  kerja pendek.
  3. Insulin Eksogen  kerja sedang.
  4. Insulin Eksogen campur antara kerja cepat & kerja sedang.
  5. Insulin Eksogen kerja panjang.
2. Heparin

Obat ini berfungsi sebagai anti koagulan atau anti penggumpalan darah. Banyak digunakan pada penderita sakit jantung untuk menghindari penyumbatan pembuluh darah. Hampir heparin beredar di pasar impor luar negeri. Salah satunya merek Lovenox 4000 keluaran Aventis Pharma Specialities, Perancis yang di impor PT.Aventis Pharma, Jakarta. Lovenox mengandung heparin sodium dari babi yang dengan jelas tertulis pada kemasannya. Namun, kemasannya sering dibuang sehingga kita tidak dapat mengenalinya lagi.




Ternyata kalau kita tidak ingin menggunakan obat Lovenox bisa menggunakan obat sintesis lainnya seperti Arixtra yang terbuat dari kimia sintesis yang harganya 2X lipat dari Lovenox. Keberhasilan obat arixtra juga lebih rendah daripada Lovenox yaitu hanya 60%, sedangkan Lovenox sebesar 90%.

3. Kapsul

Kapsul sebenarnya hanya bahan untuk pembungkus obat bukan bahan obat. Tapi, cangkang / kapsul ikut tertelan ketika dikonsumsi. Cangkang kapsul terbuat dari gelatin yang bersumber dari  tulang atau kulit hewan, bisa juga dari sapi, ikan, atau babi.

BPOM hanya membolehkan gelatin yang terbuat dari sapi, tapi apakah sapi tersebut disembelih secara islam ???



Namun di Indonesia sudah ada kapsul yang terbuat dari rumput laut. Jadi aman untuk dikonsumsi.

4. Alkohol

Alkohol banyak digunakan untuk melarutkan bahan aktif pembentuk obat. Obat batuk adalah obat yang mengandung alkohol di atas 1%. 


Saran saya : jika ingin konsumsi obat konsultasikan dulu dengan dokter dan jangan lupa untuk tanya bahan baku obat tersebut dan nama obat tersebut. Oke ?


Sekian, semoga bermanfaat !!! Jangan lupa pembaca yang baik selalu tinggalkan komen !!

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cool Thread : Hamparan Es di Arktik "disulap" Menjadi Danau

Yey ! Jadi Cool Thread Nich..... :D

Sumber : Nat Geo Indonesia

Don't Forget to KOMENG yach !!! 


 ------------------------------------------------------------------------------------------

Bentang es di kawasan itu semakin menurun. Tahun ini, es yang meleleh semakin cepat—61 persen lebih cepat dari rata-rata.

                                                        Gambar. Es di Arktik

Kutub dibayangkan sebagai lingkungan dengan es yang tebal. Namun, foto terbaru dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mungkin memberi gambaran lain.

Foto dan video memperlihatkan bahwa banyak wilayah Arktik kini menjadi seperti danau. Es permukaan dalam jumlah besar meleleh.

North Pole Environmental Observatory telah memonitor Laut Arktik dengan webcam sejak tahun 2000 silam.

Hasil pemantauan menunjukkan, es Arktik telah meleleh drastis sejak tahun 2002, dan pada tahun 2012 jumlah es di Arktik turun hingga 4 juta kilometer persegi.

Diberitakan The Australian, Jumat (26/7/2013), tahun 2012 pada 26 Agustus, bentang es di Laut Arktik yang terobservasi mencapai titik terendah.

Observasi selanjutnya, pada 5 September tahun yang sama, menunjukkan bahwa bentangan es semakin menurun hingga kurang dari 4 kilometer persegi.

Dengan jumlah tersebut, dibandingkan dengan kondisi bulan September tahun 1980-an dan 1990-an, area Arktik yang tertutup es menurun sebanyak 45 persen.

Tahun 2013, es bahkan meleleh lebih cepat. Menurut National Snow and Ice Data Center, pelelehan es pada awal Juli 2013 mencapai 132 kilometer persegi per hari, 61 persen lebih cepat dari rata-rata.

Dikatakan, temperatur pada minggu pertama dan kedua di kebanyakan wilayah Arktik pada Juli 2013 1-3 derajat lebih tinggi dan 5 derajat lebih tinggi dari Laut Kara.

Penurunan tersebut merupakan bukti nyata perubahan iklim. Suhu terus meningkat sehingga es meleleh lebih cepat.